Dariseluruh hadist tentang pendidikan yang ada di atas, maka sudah sangat jelas bahwa pendidikan agama sangatlah penting untuk ditanamkan dalam lingkungan keluarga, juga pendidikan dalam bidang lainnya yang baik. Hal ini dikarenakan rumah menjadi lingkungan yang pertama yang mendukung proses awal dalam perkembangan anak.
Dalamhadist diatas dijelaskan bahwa kita yang memiliki lahan,hendaknya kita harus memanfaatkannya dengan cara menanaminya dengan tumbuh-tumbuhan yang mendatangkan hasil yang berguna.Mereka yang tidak mau memberikan tanahnya kepada orang lain, diperintahkan oleh Rasulullah SAW. untuk menahan tanah tersebut. (hadist-994)
ArticlePDF Available AbstractThis article tries to examine and study the position of the family as an educational environment in the perspective of the Prophet's hadith. In any learning activity, environmental factors play a very important role, because through the environment one's character, character and character can be developed. The environment gives its own style and color for human development. Family is the first environment for every child to get an education, even the family is the first bastion for every child to avoid hell. The study of hadith begins with mentakhrij hadiths related to the family environment, then carries out I'tibar sanad and review of sanad hadith and then explains the hadith on two things, namely; 1 fitrah is both good and bad potential at the same time, the possibility of being a Muslim and a polytheist. Simply put, fitrah here is defined as the potential to hold on to religion as well as the possibility of not holding on to religion. 2 The urgency of the family as an educational environment for a child. To develop a child's potential in a good direction, the first, foremost and very important educational environment for a child is the family environment, because children get their first experience with the family, especially from their parents. Parents or mothers and fathers play an important and influential role in the education of their children. Therefore, parents and family as an educational environment need to take steps to develop a child's nature or potential. Among these steps is Luqmanul Hakim's educational model described in QS. Luqman 31 12 – 19 Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 209 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... JSBPSDM 342022, Jurnal Sipatokkong BPSDM Sulawesi Selatan Pendidikan dalam Lingkungan Keluarga dalam Perspektif Hadits Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3 Universitas Islam Negeri UIN Alauddin E mail ibnumahmud69 ABSTRAK Artikel ini mencoba menelaah dan mengkaji kedudukan keluarga sebagai lingkungan pendidikan dalam persfektif hadits Nabi. Dalam kegiatan pembelajaran apapun, faktor lingkungan memegang peranan yang sangat penting, karena dengan melalui lingkungan dapat dikembangkan watak, sifat dan karakter seseorang. Lingkungan memberi corak dan warna tersendiri bagi perkembangan manusia. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap anak untuk mendapatkan pendidikan, bahkan keluarga merupakan benteng pertama bagi setiap anak agar terhindar dari neraka. Kajian hadits dimulai dari mentakhrij hadits-hadits yang terkait dengan lingkungan keluarga, kemudian melakukan I’tibar sanad dan tinjauan sanad hadits dan selanjutnya penjelasan hadits tentang dua hal, yaitu; 1 fitrah adalah potensi baik dan buruk sekaligus, kemungkinan menjadi muslim dan musyrik. Sederhananya, fitrah di sini diartikan sebagai potensi berpegang pada agama sekaligus kemungkinan tidak berpegang pada agama. 2 Urgensi keluarga sebagai lingkungan pendidikan bagi seorang anak. Untuk mengembangkan potensi anak ke arah yang baik, maka lingkungan pendidikan yang pertama, utama dan sangat penting bagi seorang anak adalah lingkungan keluarga, karena anak mendapatkan pengalaman pertamanya bersama keluarga terutama dari orang tuanya. Orang tua atau ibu dan ayah memegang peranan penting dan berpengaruh dalam pendidikan anak-anaknya. Oleh karena itu orang tua dan keluarga sebagai lingkungan pendidikan perlu mengambil langkah-langkah untuk tumbuh kembangnya fitrah atau potensi anak. Diantara langkah tersebut adalah model pendidikan Luqmanul Hakim yang diuraikan dalam QS. Luqman 31 12 – 19 Kata Kunci Lingkungan Keluarga - Fitrah ABSTRACT This article tries to examine and study the position of the family as an educational environment in the perspective of the Prophet's hadith. In any learning activity, environmental factors play a very important role, because through the environment one's character, character and character can be developed. The environment gives its own style and color for human development. Family is the first environment for every child to get an Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 210 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... education, even the family is the first bastion for every child to avoid hell. The study of hadith begins with mentakhrij hadiths related to the family environment, then carries out I'tibar sanad and review of sanad hadith and then explains the hadith on two things, namely; 1 fitrah is both good and bad potential at the same time, the possibility of being a Muslim and a polytheist. Simply put, fitrah here is defined as the potential to hold on to religion as well as the possibility of not holding on to religion. 2 The urgency of the family as an educational environment for a child. To develop a child's potential in a good direction, the first, foremost and very important educational environment for a child is the family environment, because children get their first experience with the family, especially from their parents. Parents or mothers and fathers play an important and influential role in the education of their children. Therefore, parents and family as an educational environment need to take steps to develop a child's nature or potential. Among these steps is Luqmanul Hakim's educational model described in QS. Luqman 31 12 – 19 Keywords Family Environment - Fitrah PENDAHULUAN Sistem pendidikan, baik yang berorientasi Islam maupun pendidikan umum, setidaknya memiliki enam unsur, yaitu; a bahan ajar, b tujuan pendidikan, c lingkungan pendidikan, d siswa, e pendidikan dasar dan f guru. Padahal dalam praktiknya, perhatian harus diberikan pada enam potensi atau aspek yang merupakan unsur penting yang harus dioptimalkan bagi siswa, karena keenam unsur tersebut memegang peranan yang sangat mendasar dalam pelaksanaan proses pengajaran. Dalam kegiatan pembelajaran apapun, faktor lingkungan memegang peranan yang sangat penting, karena dengan melalui lingkungan dapat dikembangkan watak, sifat dan karakter seseorang. Lingkungan memberi corak dan warna tersendiri bagi perkembangan manusia. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari tiga lingkungan yang bertanggung jawab atas proses dan kegiatan pendidikan. Lingkungan tersebut adalah lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat Rasyid, 2020 112 Menurut Dzakiah Daradjat, lingkungan dalam arti luas meliputi iklim dan geografi pemukiman, adat istiadat, pengetahuan, pendidikan dan alam. Dengan kata lain, lingkungan adalah segala sesuatu yang berwujud dan ada dalam hakikat kehidupan yang terus berkembang. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada, baik manusia maupun benda buatan manusia atau alam yang bergerak maupun tidak bergerak, peristiwa atau benda yang memiliki keterkaitan dengan manusia.Darajat, 2006 63 Para ahli pendidikan khususnya ahli pendidikan Islam sepakat bahwa lingkungan Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 211 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... pendidikan terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Ada beberapa ayat Allah dalam Alquran dan Hadits Nabi yang menjelaskan pentingnya keluarga sebagai salah satu lingkungan pendidikan. Keluarga Sebagai Lingkungan Pendidikan Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap anak untuk mendapatkan pendidikan, bahkan keluarga merupakan benteng pertama bagi setiap anak agar terhindar dari neraka. Hal ini terlihat dalam firman Allah QS. At-Tahrim 66 6 Terjemahnya Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.Depag, 2009 560 Mengenai makna ayat di atas sebagaimana diterangkan oleh adh-Dhahhak dan Muqatil bin Hayyan dalam tafsir Ibnu Katsir mereka mengatakan“Adalah kewajiban setiap Muslim untuk mendidik keluarganya, termasuk kerabat dan budaknya, dalam berbagai hal tentang apa yang Allah perintahkan untuk mereka lakukan dan apa yang dilarang-Nya untuk mereka lakukan” Ghoffar dan Ihsan, 2018 46 Keluarga yang dimaksud bukan hanya dua orang tua, melainkan keluarga yang digambarkan oleh Syafril dan Zelhendri Zeni, yang menurutnya keluarga adalah kelompok primer yang terdiri dari sejumlah kecil kerabat. Keluarga dapat berupa keluarga inti atau keluarga besar yang meliputi ayah, ibu, anak, paman/tante, kakek/nenek, kakak/adik, pembantu dan lain-lain, dan bentuk seperti itu sangat umum dalam struktur masyarakat Indonesia. Meskipun ibu adalah anggota keluarga yang pada awalnya memiliki pengaruh terbesar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, tapi pada akhirnya semua anggota keluarga ikut serta dalam interaksi dengan anak, selain faktor iklim masyarakat, faktor lain seperti budaya, tingkat ekonomi, gaya hidup, kondisi keluarga dan sebagainya. Semu ini juga mempengaruhi perkembangan anak. Dengan kata lain, situasi dan kondisi umum keluarga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.Syafril dan Zen, 2017 94 Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 212 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... TAKHRIJ HADITS TENTANG KELUARGA SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Menurut bahasa, Takhrij memiliki beberapa arti, diantaranya berasal dari kata kharaja yang berarti terlihat dari tempatnya, ataupun kondisinya, terpisah dan juga terlihat. Demikian pula kata al-ikhraj berarti menampilkan dan menunjukkan, dan al-makhraj berarti asal muncul, dan akhraja al hadits wa kharrajahu berarti mengungkapkan hadits dan menunjukkan kepada orang serta menjelaskan tempat asalnya. Menurut peristilahan, Takhrij yaitu menunjukkan tempat hadits dalam sumber aslinya dan menunjukkan mata rantai hadits itu serta menjelaskan kedudukan hadits jika dianggap perlu.Al-Qaththan, 2008 189. Menurut Syuhudi Ismail, takhrij yaitu mencari atau menelusuri suatu hadits dalam berbagai kitab hadits sebagai sumber asli suatu hadits, sehingga menentukan matan dan mata rantai hadis tersebut. Ismail, 1992 43 Takhrij Hadits merupakan kegiatan yang sangat penting dalam melakukan penelitian hadis. Ada 3 tiga alasan mengapa fungsi Takhrij sangat penting sebagaimana dikemukakan oleh Asep Herdi, yaitu 1 Untuk mengetahui asal usul periwayatan hadits yang diteliti. Sulit untuk mempelajari status dan kualitas hadits kecuali asal-usulnya diketahui terlebih dahulu. 2 Agar dapat mencari tahu seluruh riwayat hadits yang mau diteliti. 3 Agar mudah mengetahui ada atau tidaknya penguat dan muttabi'. Boleh jadi ada riwayat lain yang sanadnya mendukung sanad yang diteliti. Herdi, 2014 136 Upaya menelusuri, mengambil dan mencatat hadits dari berbagai buku hadits mashadir al-asliyah untuk mengidentifikasi hadits tertentu yang diinginkan dengan perawi dan sanad-sanad hadits diupayakan dan menggunakan metode. Menurut Syuhudi Ismail metode takhrij-hadist ada dua macam, yaitu metode takhrij al-hadist bi al-lafzh pencarian hadits melalui transmisi, metode takhrij al-hadist bi al-maudhu pencarian hadits tentang subjek atau tema masalah. Jadi tujuan utama mentakhrij hadits adalah untuk mengetahui asal usul hadits yang ditakhrij dan status hadits menurut penerimaan dan penolakan. Ismail, 1991 17 Adapun penelitian hadits pada artikel ini, penulis menggunakan metode takhrij dengan lafazh. takhrij bi al-lafzh yaitu penulusuran kata-kata. Kata yang menjadi dasar pencarian adalah kata , dan atau langsung digabungkan antara kata tersebut, jika penelusuran hadits tidak akan berhasil jika hanya menggunakan kata saja atau kata saja maupun saja. Penelusuran hadits menggunakan beberapa Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 213 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... aplikasi mesin pencari hadits bain secara online maupun offline, Aplikasi Hadits Soft dari Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia serta Kitab-kitab hadits dalam bentuk Pdf. Setelah dilakukan penelusuran dengan lafazh yuuladu, al-fithrah dan yuhawwidaanihi serta menggabungkan yuuladu alaa al-fithrah, maka akan muncul hadits-hadits yang terkait dengan lafazh tersebut. Dari takhrij ini diperoleh hadits-hadits tentang peran keluarga utamanya orang tua terhadap tumbuh kembang anak dalam islam. Melalui penulusuran software/aplikasi pencari hadits ditemukan dalam 7 tujuh kitab hadits sebanyak 22 duapuluh dua buah hadist yang dapat dijadikan rujukan tentang pentingnya keluarga sebagai lingkungan pendidikan. Akan tetapi, tidak semua hadis tersebut akan ditakhrij dikarenakan alasan tekhnis. Adapun ke 22 dupuluh dua hadits tersebut adalah sebagai berikut 1 Dalam Shahih Bukhari dinukilkan sebanyak 5 buah hadits yaitu; hadits no 1270, 1271, 1296, 4402 dan no 6110. 2 Dalam Shahih Muslim dinukilkan sebanyak 3 buah hadits yaitu; hadits no 4803, 4804, dan hadits no 4805. 3 Dalam Sunan Tirmidzi dinukilkan 1 hadits yaitu hadits no 2064. 4 Dalam Sunan Abu Daud dinukilkan 2 buah hadit yaitu hadits no 4091 dan 4093. 5 Dalam Musnad Ahmad dinukilkan 6 buah hadits yaitu; hadits no, 6884, 7387, 8739, 8949, 9851 dan hadits no 14277. 6 Dalam Muwaththa Malik dinukilkan 1 buah hadits yaitu; hadits no 507. 7 Dalam Shahih Ibnu Hibban dinukilkan 4 buah hadits yaitu; hadits no 128, 129, 130, dan hadits no 133. Adapun dalam artikel ini, akan dilakukan penelusuran sanad, matan dan rawi hadits serta penjelasan matan hadits akan difokuskan pada hadits Bukhari no 1296 dan hadits Abu Daud no 409. I’TIBAR SANAD Sebelum dilakukan I'tibar dan membahas mata rantai hadis, sangat penting untuk memahami 3 tiga unsur pokok hadis, yaitu rantai periwayatan sanad, matan dan rawi. Sanad, matan dan rawi adalah elemen penting dalam hadits. Ketiganya terkait satu dengan yang lain. Sanad merupakan pendahuluan dari matan. Matan adalah isi/substansi hadits yang diriwayatkan oleh perawi, dan adapun rawi adalah orang yang menyampaikan hadits.Haerdi, 2014 51. Berikut penjelasan singkat Asep Herdi dalam buku untuk memahami ilmu hadits; Herdi, 2014 50-53 Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 214 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... 1. Sanad Menurut bahasa, Sanad adalah rujukan atau sandaran, tempat merujuk. Adapun sanad berdasar istilah, adalah jalan yang mengantarkan ke jalur hadis. Sanad terdiri atas semua penutur dimulai dari orang yang mencatat hadis dalam kitabnya Kitab Hadits sampai pada Nabi. Sanad memberikan kesan keaslian cerita dalam kaitannya dengan fungsinya. Sebuah hadits dapat memiliki beberapa sanad dengan jumlah penutur/perawi yang berbeda-beda dalam satu lapisan rantai, lapisan rantai tersebut disebut “thabaqah” cabang keilmuan hadits yang membahas tentang status perawi hadits. Pentingnya jumlah sanad dan penutur dalam setiap thabaqah sanad sangat menentukan derajat atau kualitas hadits tersebut. 2. Matan Dari segi bahasa, kata "matan" atau "al-matn" berarti dataran yang meninggi Mairtafa'a minal ardi. Adapun menurut istilah “Kalimat yang menjadi tempat diakhirinya sanad.” Atau dengan kata lain, Lafazh-lafazh hadits yang mengandung makna tertentu. Selain itu, ada juga kalimat yang lebih sederhana yang menyebutkan bahwa matan adalah akhir dari sanad gayah al-sanad. Jadi, berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat dikatakan bahwa matan mengacu pada materi atau 3. Rawi Bagian penting ketiga dari hadits adalah rawi . Kata “rawi” atau “ar-rawi” berarti orang yang menceritakan atau membawakan hadis nagil al-hadits. Pada dasarnya, sanad dan rawi adalah dua istilah yang tidak bisa dipisahkan. Sanad hadits dalam setiap tabaqah juga disebut perawi. Perawi mengacu pada orang yang menceritakan, menerima dan menyampaikan hadits. Adapun yang membedakan antara rawi dengan sanad adalah pada interpretasi mereka terhadap hadits. Orang yang menerima hadits dan kemudian menyusunnya menjadi satu kitab disebut perawi. Oleh karena itu, perawi dapat disebut sebagai mudawwin orang yang mencatat dan mengumpulkan hadits. Demikian juga dia disebut dengan mukharrij, karena ia yang menerangkan para perawi dalam sanad dan derajat hadits itu kedalam bukunya. Khon, 2012 115 Selanjutnya penelusuran sanad, matan dan rawi hadits hadits Bukhari no 1296 dan hadits Abu Daud no 4091, sebagaimana dibawah ini Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 215 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... 1. Hadits Shahih Bukhari no 1296 Terjemahnya Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza'bi dari Az Zuhriy dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu berkata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya Hadits Soft, 2022 no 1296 Dalam hadits ini Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Ju’fi dengan kunyah Abu Abdillah yang lebih dikenal dengan Al-Bukhari merupakan mukharrij hadits, sekaligus sebagai periwayat terakhir yang menerima hadis dari Adam bin Abu Iyas Al-Asqalani yang berkunyah Abu Al-hasan dari kalangan tabi’ut tabi’in sezaman dengan tabi’in dan merupakan salah seorang guru Imam Bukhari w 220 H yang menerima dari Muhammad bin Abdurrahman bin Al-Mughirah bin Al-Harits bin Abi Dzi’b yang berkunyah Abu Al-Harits dari kalangan tabi’in 80 H - 159 menerima dari Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdullah bin Syihab berkunyah Abu Bakar dikenal dalam periwayatan dengan nama Az-Zuhri dari kalangan tabi’in junior 58 H – 124 H yang mendengar hadits dari Abdullah bin Abdurrahman bin Auf berkunyah Abu Salamah merupakan kalangan tabi’in pertengahan 24 H - 94 H dan mengambil hadits dari Abdurrahman bin Sakhr berkunyah Abu Hurairah dari kalangan sahabat 19 SH – 59 H yang mendengar langsung dari Rasulullah. Jika sanad hadits tersebut diatas dibuat dalam tabel, maka akan terlihat seperti dibawah ini; Abdurrahman bin Sakhr Abu Hurairah Abdullah bin Abdurrahman bin Auf Abu Salamah Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Syihab Az-Zuhri Muhammad bin Abdurrahman bin Al-Mughirah bin Al-Harits Abu Dzi’b Adam bin Abu Iyas Al-Asqalani Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Ju’fi Bukhari Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 216 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... 2. Hadits Abu Daud no 4091 Terjemahnya Telah menceritakan kepada kami Al Qa'nabi dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuannya-lah yang menjadikan ia yahudi atau nashrani. Sebagaimana unta melahirkan anaknya yang sehat, apakah kamu melihatnya memiliki aib?" Para sahabat bertanya "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang meninggal saat masih kecil?" Beliau menjawab "Allah lebih tahu dengan yang mereka lakukan”.Hadits Soft, 2022 no 4091 Dalam hadits ini Sulaiman bin Asy’ats bin Syidad bin Amru bin Ishak bin Basyir bin Amar al-Azdi al-Sijistani yang berkunyah yang lebih dikenal dengan Abu Daud 202 H – 275 H merupakan mukharrij hadits, sekaligus sebagai periwayat terakhir yang menerima hadis dari Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab dengan kunyah Abu Abdurrahman dan dikenal dengan nasabnya Al-Qa’naby w 221 H guru dari Abu Daud, Bukhari, Muslim ini merupakan tabi’ut tabi’in menerima hadits dari Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir yang berkunyah Abu Abdullah dan lebih dikenal dengan Imam Malik 93 H – 179 H merupakan tabi’ut tabi’in dari kalangan tua dan merupakan salah seorang guru dari Imam Syafi’I, menerima hadits dari Abdullah bin Dzakwan Abu Az-Zanad dengan kunyah Abu Abdurrahman yang lebih dikenal dengan Abu Az-Zinad dari kalangan tabi’in 65 H – 131 H menerima hadits Abdurrahman bin Hurmuz berkunyah Abu Daud dikenal dalam periwayatan dengan laqabnya Al-A’raj dari kalangan tabi’in pertengahan w 117 H berguru kepada para sahabat termasuk dan mengambil hadits dari gurunya yaitu, Abdurrahman bin Sakhr berkunyah Abu Hurairah dari kalangan sahabat 19 SH – 59 H yang mendengar langsung dari Rasulullah. Jika sanad hadits Abu Daud tersebut diatas dibuat dalam tabel, maka akan terlihat seperti dibawah ini; Abdurrahman bin Sakhr Abu Hurairah Abdurrahman bin Hurmuz Al- A’raj Abdullah bin Dzakwan Abu Az-Zanad Az-Zinad Malik bin Anas bin Malik bin Amir Malik Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab Al-Qa’nabi Sulaiman bin Asy’asy bin Syidad bin Amru bin Ishak bin Basyir bin Amar al-Azdi al-Sijistani Abu Daud Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 217 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... Berikut ini skema sanad hadits yang ditelusuri diatas Setelah menelaah sanad hadits di atas, dapat dipahami bahwa semua perawi sanad hadits Bukhari dan Abu Dawud di atas bersifat tsiqah dan sanad hadits Mukharij Bukhari dan Abu Dawud bersambung sampai pada Rasulullah bersambung sebagai asal atau sumber hadits. Dan sebagaimana juga ditegaskan oleh beberapa jalur sanad lain yang mendukung sanad hadits yang sedang di telaah, bahkan ada hubungan guru-murid di antara perawi terdekat. Dari sini dapat disimpulkan bahwa dari segi kualitas, hadits-hadits tentang keluarga sebagai lingkungan pendidikan dalam tinjauan hadits yang ditelaah adalah shahih karena beberapa alasan Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 218 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... Pertama; Ittishal al-sanad Sanadnya bersambung antara seorang perawi dengan perawi lainnya. Terjadinya pertalian antara seorang guru dengan seorang murid diantara perawi seperti yang telah disebutkan, misalnya Bukhari yang merupakan murid Adam bin Abu Iyas dan Abu Daud adalah murid Abdullah bin murid Maslamah Al-Qa'nab dan lainnya. Kedua; Para perawi hadis dari awal rantai periwayatan sampai akhir rantai periwayatan adalah 'adl tetap dalam iman dan kepribadian yang saleh dan dhabit hafalannya baik dan tidak berbeda dengan riwayat yang kuat. Ketiga; Hadis-hadis ini tidak syadz tidak berseberangan hadits shahih dan tidak termasuk hadits yang cacat mu'allal. Walaupun hadits di atas secara kualitas shahih, namun hadits tersebut secara kuantitas adalah hadits ahad dan tidak dapat mencapai tingkatan mutawatir karena hanya Abu Hurairah yang meriwayatkan hadits tersebut. Menurut penulis, hadits-hadits yang ditelaah ini adalah hadits Ahad gharib mutlak. Hal ini berdasarkan keterangan dari Mahmud Al-Tahhan yang dikutip oleh H. Idri bahwa hadits gharib yang mutlak adalah hadits yang diriwayatkan hanya sendiri di thabaqat sahabat.Idri, 2013, 150 Adapun hadits mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi, dan dijamin tidak akan bersepakat dusta dengan perawi serupa hingga akhir sanad. Umar, 2020 47 Mengenai kesendirian Abu Hurairah sebagai perawi hadits, tidak perlu lagi didiskusikan lebih lanjut karena secara umum sudah dipahami bahwa semua sahabat adalah orang-orang yang adil. Rahman, 1974 98. PENJELASAN MATAN Dengan mencermati matan hadits tersebut diatas, maka akan ditemukan dua pokok pembahasan; a Pokok pertama terdapat pada lafazh . Lafazh ini menjelaskan bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah. Menurut Ahmad Tafsir, fitrah adalah potensi baik dan buruk sekaligus, kemungkinan menjadi muslim dan musyrik. Sederhananya, fitrah di sini diartikan sebagai potensi berpegang pada agama sekaligus kemungkinan tidak berpegang pada agama.Tafsir, 2009 203 Untuk mengembangkan potensi anak ke arah yang baik, maka lingkungan pendidikan yang pertama, utama dan sangat penting bagi seorang anak adalah lingkungan keluarga, karena anak mendapatkan pengalaman pertamanya bersama keluarga terutama dari orang tuanya. Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 219 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... b Poin lain yang dibahas dalam hadits diatas adalah lafazh kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi. Lafazh ini menekankan peran lingkungan keluarga dalam membentuk baik buruknya kepribadian seorang anak. Islam memandang keluarga sebagai lingkungan yang paling berpengaruh bagi pembentukan kepribadian anak. Itu karena 1 Tanggung jawab orang tua terhadap anaknya tidak hanya bersifat materi saja tetapi juga spiritual dan teologis. Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam mengembangkan kepribadian anak merupakan perintah Tuhan. 2 Selain pengaruh empiris sehari-hari, orang tua juga mempengaruhi faktor keturunan dan genetika, yaitu. bakat dan kepribadian, dan juga hubungan darah pada anak. 3 Kedua anak tinggal atau lebih banyak di rumah dari pada luar rumah. 4 Orang tua atau keluarga sebagai pengaruh pertama, dan pengaruh yang lebih awal ini lebih kuat daripada pengaruh yang belakangan. Nata, 2010 299 Orang tua adalah pendidik pertama dan terpenting bagi anak-anaknya, karena anak-anak menerima pendidikan pertama dari mereka. Bentuk pendidikan pertama ditemukan dalam kehidupan keluarga. Orang tua atau ibu dan ayah memegang peranan penting dan berpengaruh dalam pendidikan anak-anaknya. Sejak kelahiran sang anak, sang ibu selalu berada di sisinya. Oleh karena itu, ia meniru perilaku ibunya dan biasanya anak lebih menyayangi ibunya jika ibunya melakukan pekerjaannya dengan baik. Seorang ibu adalah orang pertama yang dikenal seorang anak, yang pertama menjadi temannya, dan yang orang pertama untuk mencurahkan isi hatinya. Dengan memahami semua yang ada di dalam hati anaknya, seorang ibu dapat memenangkan hati anaknya selamanya, bahkan ketika sang anak sudah mulai tumbuh menjadi dewasa.Darajat, 2006 63 Hafiz Ibrahim, seorang penyair, mengungkapkan; Terjemahnya Ibu adalah sebuah madrasah pendidik pertama anaknya, Yang jika kamu menyiapkannya Berarti kamu menyiapkan lahirnya sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya. Pengaruh ayah terhadap anaknya juga besar. Di mata putranya, dia adalah supremasi tertinggi dan orang paling cerdas yang dia kenal. Cara seorang ayah melakukan Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 220 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... pekerjaannya sehari-hari mempengaruhi cara anaknya bekerja. Ayah adalah penolong utama, terutama bagi anak-anak yang lebih besar, baik laki-laki maupun perempuan. Darajat, 2006 36 Seorang ayah bukan hanya pencari nafkah bagi anaknya tetapi juga pemimpin keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya, hal ini berdasarkan hadits; Terjemah Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib berkata dari Az Zuhriy berkata telah mengabarkan kepadaku Salim bin 'Abdullah dari 'Abdullah bin 'Umar radliyallahu 'anhuma bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam kepala Negara adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang suami dalam keluarganya adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya dan akan diminta pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya dan akan diminta pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut." Dia 'Abdullah bin 'Umar berkata Aku mendengar semua itu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan aku munduga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda "Dan seorang laki-laki pemimpin atas harta bapaknya dan akan diminta pertanggung jawaban atasnya dan setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.HR. Bukhari no 2232. Hadits Soft, 2022 no 2232 Sebagai lingkungan pendidikan, orang tua ayah dan ibu adalah pendidik awal dan utama karena beberapa alasan 1 Orang pertama yang dikenal anak. 2 Orang tua adalah pendidik utama karena anak banyak belajar dan menyesuaikan diri dari mereka. 3 Perubahan, pengetahuan dan nilai pada anak terjadi di rumah. 4 Orang tua memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pendidikan anaknya. 5 Baik atau tidaknya akhlak anak sangat bergantung pada pendidikan yang diterimanya di rumah. 6 Pembentukan kepribadian muslim dimulai dari rumah. Daulay, 2019 215 Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 221 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... Di antara langkah-langkah yang harus dilakukan orang tua dan keluarga sebagai lingkungan pendidikan untuk tumbuh kembangnya fitrah atau potensi anak adalah model pendidikan Luqmanul Hakim yang diuraikan dalam QS. Luqman 31 12 – 19. Adapun pokok-pokok pendidikan pada ayat-ayat tersebut diatas adalah sebagai berikut; Depag, 2009 412 1. Mengajarkan kepada anak untuk selalu bersyukur kepada Allah dan menjauhi kekufuran, tergambar pada QS. Luqman 31 12 2. Memelihara iman dan menjauhi kesyirikan. QS. Luqman 31 13 3. Senantiasa berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Terutama pada ibunya yang telah mengandungnya 9 bulan dan menyusuinya selama 2 tahun. QS. Luqman 31 14 4. Mempergauli kedua orangtua didunia dengan baik, meskipun misalnya berbeda keyakinan dengan keduanya. QS. Luqman 31 15 5. Mendorong anak untuk senantiasa melakukan amal shaleh, karena sekecil apapun amalan seseorang akan diberi balasan pahala oleh Allah. QS. Luqman 31 16 6. Memerintahkan anak untuk mendirikan shalat, amar ma’ruf nahiy mungkar serta bersabar terhadap apa yang menimpa mereka. QS. Luqman 31 17 Demikian juga firman Allah dalam QS. Thaha 20 132 Terjemahnya Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa. Ayat tersebut diatas sesuai dengan hadits hasan shahih yang dikeluarkan oleh Abu Daud dalam musnadnya no 417 Terjemahnya Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa bin Ali bin Abi Thalib-Thabba' telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd dari Abdul Malik bin Ar-Rabi' bin Sabrah dari Ayahnya dari Kakeknya dia berkata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Perintahkanlah anak kecil untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakannya”. Hadits Soft, 2022 no 417 Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 222 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... 7. Membimbing anak untuk berakhlakul karimah dan menjauhkan diri dari akhlak yang buruk seperti sombong dan angkuh. QS. Luqman 31 18 8. Membiasakan anak untuk sederhana dalam berjalan dan mengeluarkan suara tidak berteriak saat berbicara dengan orang lain. QS. Luqman 31 19 Ada beberapa ayat dalam Alquran dan hadits Nabi mengenai pentingnya keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan fitrah atau potensi anak. Keluarga, terutama kedua orang tua, memiliki tanggung jawab terhadap anaknya untuk berkembang sesuai dengan potensi atau fitrahnya, Oleh karena itu, langkah yang harus ditempuh orang tua adalah membimbing dan mengajarkan akidah atau tauhid, akhlak, petunjuk shalat, amar ma'ruf nahi mungkar, serta mengajarkan kesabaran ketika Allah mencurahkan QS. Luqman 3112-19 dibahas di atas. Dan juga yang tak kalah pentingnya adalah kedua orang tua ayah dan ibu agar selalu mendo’akan anak-anaknya agar selalu dijaga dan diberi petunjuk oleh Allah. DAFTAR PUSTAKA Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahannya Depok SABIQ, 2009 Alu Syaikh, Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq, Lubabut Tafsir Min Ibni Katsir, terj. M. Abdul Ghoffar dan Abu Ihsan Al-Atsari, Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 10 Cet. XII; Jakarta Pustaka Imam Asy-Syafi’I, 2018 Al-Qaththan Manna’, Mabaahits Fi Ulum Al-Hadits, terj. Pengantar Studi Ilmu Hadits Mifdhol Abdurrahman, Terjemahan Cet III; Jakarta Pustaka Al-Kautsar, 2008 Daradjat Dzakiah, Ilmu Pendidikan Islam, cet. 6; Jakarta PT. Bumi Aksara, 2006 Daulay Haidar Putra, Pendidikan Islam Di Indonesia, Historis Dan Eksistensinya Edisi pertama Cet. I; Jakarta Kencana, 2019 Hadits Soft, Shahih Al-Bukhari, hadits no 1296 ttps// Herdi Asep, Memahami Ilmu Hadits Cet. I, Bandung Tafakur, 2014 H. Idri, Studi Hadits, Cet. II; Jakarta Kencana, 2013 Ismail Muhammad Syuhudi, Metodologi Penelitian Hadits Nabi Jakarta Bulan Bintang, 1992 Ismail Muhammad Syuhudi, Cara Praktis Mencari Hadits Jakarta Bulan Bintang, 1991 Khon, Abdul Majid, Ulumul Hadits Cet. I Jakarta; Amzah, 2012 Nata Abuddin, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta Rajawali Pers, 2009 Jurnal SIPATOKKONG BPSDM SULSEL Volume 3 Nomor 4 Oktober- Desember Tahun 2022 223 Abdul Kadir1, H. Arifuddin Ahmad2, H. Erwin Hafid3. 2022. Pendidikan dalam.... Rahman Fatchur, Ikhtisar Mushthalahul Hadits, Bandung PT. Al-Ma’arif, 1974. Rasyid Ramli dkk, Implikasi Lingkungan Pendidikan Terhadap Perkembangan Pendidikan Anak Persfektif Pendidikan Islam, Auladuna, Jurnal Pendidikan Islam 7, No 2, 2020 Syafril dan Zelhendri Zen, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan Edisi Pertama Cet I; Depok Kencana, 2017 Tafsir Ahmad, Filsafat Pendidikan Islam, Bandung Pustaka Setia, 2009 Triwiyanto Teguh, Pengantar Pendidikan Cetakan; Jakarta PT. Bumi Aksara, 2014 Umar Atho’illah, Ilmu Hadits Dasar Cet. I; Jombang UNWAHA Press, 2020 ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Pendidikan Islam, cet. 6Daradjat DzakiahDaradjat Dzakiah, Ilmu Pendidikan Islam, cet. 6; Jakarta PT. Bumi Aksara, 2006Historis Dan Eksistensinya Edisi pertama Cet. I; Jakarta KencanaPutra Daulay HaidarDaulay Haidar Putra, Pendidikan Islam Di Indonesia, Historis Dan Eksistensinya Edisi pertama Cet. I; Jakarta Kencana, 2019H IdriH. Idri, Studi Hadits, Cet. II; Jakarta Kencana, 2013Ulumul Hadits Cet. I JakartaAbdul KhonMajidKhon, Abdul Majid, Ulumul Hadits Cet. I Jakarta; Amzah, 2012Rahman FatchurRahman Fatchur, Ikhtisar Mushthalahul Hadits, Bandung PT. Al-Ma'arif, 1974.Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan Edisi Pertama Cet I; Depok KencanaZelhendri Syafril DanZenSyafril dan Zelhendri Zen, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan Edisi Pertama Cet I; Depok Kencana, 2017Tafsir AhmadTafsir Ahmad, Filsafat Pendidikan Islam, Bandung Pustaka Setia, 2009
Lingkunganlingkungan perkembangan anak terdiri dari l;ingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama predikat ini mengindikasikan betapa esensialnya peran dan pengaruh lingkungan keluarga dalam pembentukan perilaku dan kepribadian anak.
HADITS TENTANG LINGKUNGAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Di sisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal sekolah saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa pendidikan berlangsung dalam tripusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Jika dikaitkan dengan lingkungan pendidikan dalam perspektif islam, maka ada beberapa konsep yang dilahirkan baik itu dari Al-qur'an, Hadits, maupun dari para cendekiawan muslim. Dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai Hadist tentang lingkungan pendidikan lingkungan keluarga dan masyarakat. A. LINGKUNGAN PENDIDIKAN KELUARGA b. Hadits yang Berkaitan dengan Lingkungan Pendidikan Keluarga Diantara hadits yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan keluarga adalah sebagai berikut 1. Orang tua sangat menentukan arah perilaku anak قَالَ النَّبِيُّ صَلَّىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْيُنَصِّرَانِهِ أَوْيُمَجِّسَانِه Artinya “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Namun, kedua orang tuanya mungkin dapat menjadikannya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi”. HR. Bukhori dan Muslim Anak merupakan karunia sekaligus ujian bagi bagi manusia. Anak merupakan amanah yang menjadi tanggung jawab orang tuanya. Ketika pertama kali dilahirkan ke dunia, seorang anak dalam keadaan fitrah dan berhati suci lagi bersih. Lalu kedua orang tuanyalah yang memegang peranan penting pada perkembangan berikutnya, apakah keduanya akan mempertahankan fitrah dan kesucian hatinya ataukah malah merusak dan mengotorinya. Seorang anak ibarat adonan yang siap dibentuk sesuka orang yang memegangnya, atau ibarat kertas putih bersih yang siap untuk dituliskan apapun diatasnya. Jika kedua orang tuanya membiasakannya pada kebaikan, maka dia akan tumbuh menjadi anak yang baik. Sebaliknya jika keduannya membiasakannya pada keburukan, maka diapun akan tumbuh menjadi buruk pula. 2. Azan dan iqamah saat anak baru lahir حَدَثَنَا مُسَدَّدٌ يَحْيَ عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَثَنِيْ عَاصِمُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ عَنْ عُبَيْدِاللهِ بْنِ اَبِيْ رَافِعِ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ أَذَّنَ فِيْ اُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيِّ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ Artinya “Musaddad telah menyampaikan suatu hadits kepada kami, Musaddad berkata Yahya telah menyampaikan hadits tersebut kepada kami dari Sufyan, Sufyan berkata Ashim bin Ubaidillah menyampaikan hadits kepadaku dari Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari bapaknya, dia Abi Rafi’ berkata “Saya telah melihat Rasulullah SAW mengumandangkan azan pada telinga Hasan bin Ali ketika Fatimah melahirkannya, dengan azan shalat”. HR. Abu Dawud Kalimat azan yang dibisikkan kepada bayi yang baru lahir merupakan Pendidikan yang berupa pengenalan pertama tentang agama. Kalimat-kalimat tersebut mencerminkan dasar-dasar agama islam yaitu berupa pengenalan akan adanya Allah yang Maha Besar yang tidak ada tuhan melainkan Dia. 3. Melatih untuk beribadah حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيْسَى يَعْنِي ابْنَ الطَّبَّاعِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرُوا الصّبِيَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيهَا Artinya “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa bin Ali bin Abi Thalib-Thabba’ telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Saad dari Abdul Malik bin Ar-Rabi’ bin Sabrah dari Ayahnya dari Kakeknya dia berkata Nabi SAW bersabda “Perintahkanlah anak kecil untuk melaksanakan shalat apabila telah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakanya”. HR. Abu Dawud Sejak dini, seorang anak sudah harus dilatih ibadah. Diperintah untuk melakukannya dan diajarkan hal-hal yang halal serta yang haram. Orang tua mempunyai tanggung jawab agar anak-anak dan keluarganya bebas dari siksa api neraka. Untuk membebaskan anak dan keluarganya dari siksa api neraka maka hendaklah memberikan Pendidikan dan pengajaran di dunia sebagaimana mestinya. Pendidikan dan pengajaran yang diberikan harus disesuaikan dengan proses pertumbuhan jiwa seseorang dalam mencapai kedewasaan. Dalam hadits ini menunjukkan diperbolehkannya memukul anak untuk mendidik anak jika mereka melakukan perbuatan yang melanggar syariat, jika anak tersebut telah mencapai usia bisa menerima pukulan dan mengambil pelajaran darinya. Hal ini biasanya terjadi di usia sepuluh tahun, dengan syarat pukulan tersebut tidak terlalu keras dan tidak pada wajahnya. B. LINGKUNGAN PENDIDIKAN MASYARAKAT a. Hadits yang Berkaitan dengan Lingkungan Pendidikan Masyarakat Diantara hadits yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan masyarakat adalah sebagai berikut 1. Hadits tentang menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ, كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ, يَعْدِلُ بَينَ الاِثْنَينِ صَدَقَةٌ, وَيُعِيْنُ الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا, أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ, وَالكَلِمَةٌ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ, وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ, وَيُمِيطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ Artinya “Setiap ruas tulang pada manusia wajib atasnya shodaqoh untuknya pada setiap hari matahari terbit, seseorang yang mendamaikan antara dua orang yang bertikai adalah shadaqoh, menolong seseorang untuk menaiki hewan tunggangannya lalu mengangkat barang-barangnya ke atas hewan tunggangannya adalah shodaqoh, ucapan yang baik adalah shodaqoh, setiap langkah yang dijalankan menuju sholat adalah shodaqoh, dan menyingkirkan sesuatu yang bisa menyakiti atau menghalangi orang dari jalan adalah shodaqoh”. HR. Bukhori Hadits tersebut menunjukkan bahwa dalam islam, sekecil apapun perbuatan baik akan mendapat balasan dan memiliki kedudukan sebagai salah satu pendukung akan kesempurnaan keimanan seseorang. 2. Hadits tentang larangan berburuk sangka عَنْ أَبي هُرَيرَةَ, عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الحَدِيثِ Artinya “Dari Abu Hurairah Nabi bersabda Jauhilah oleh kalian berprasangka kecurigaan, karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya pembicaraan”. HR. Bukhari dan Muslim Dalam hadits tersebut, diperintahkan untuk tetap memelihara persaudaraan dengan menjahui berburuk sangka kepada orang lain. 3. Hadits tentang larangan ghibah/menggunjing عَنْ أبِي هُرَيرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله عليهِ وسلّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفْرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ Artinya “Tahukah kamu apa itu menggunjing? Para sahabat menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Rasul berkata kamu menyebutkan apa yang tidak disukai saudaramu. Ada yang bertanya “bagaimana jika yang ku katakan ada pada saudaraku itu?”. Rasul menjawab jika apa yang kamu katakana itu ada pada saudaramu, berarti kamu telah ghibah dan jika tidak ada pada dirinya maka kamu sungguh telah berbuat dusta terhadapnya”. HR. Muslim Dalam hadits tersebut diperintahkan untuk menjauhi perbuatan ghibah, karena perbuatan ghibah dapat menimbulkan adu domba kepada orang lain. b. Implementasi hadis tentang lingkungan pendidikan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa hadis diatas kita dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari yaitu melalui dengan cara berperilaku dimasyarakat. Sebagai contoh tiga hadis yang ada pada lingkungan pendidikan yang diajarkan oleh keluarga, disitu kita dapat mengetahui bahwa kita lahir dalam keadaan yang fitrah, yaitu beragama islam dan juga suci, hal ini dapat kita lihat, ketika kita baru lahir seorang anak diadzankan oleh orang tuanya hal ini untuk menunjukan bahwa kita mempercayai adanya keagngan Allah SWT, sebagai maha pencipta dan tuhan yang harus kita sembah. Setelah mempercayai adanya Allah, kita dapat melihat dengan penerapan shalat sebagai wujud kita taat kepada Allah. Seorang kedua orang tua boleh memukul anaknya yang berusia 7 tahun ketika ia tidak melakukan shalat, memukul bukan bentuk kekerasan kepada anak, melainkan cara mendidik yang benar oleh kedua orang tua dalam bentuk kebaikan. Pendidikan kedua orang tua sangat berpengaruh pada kepribadian seorang anak untuk kedepannya. Implementasi selanjutnya dapat kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat yaitu dengan cara melakukan kebaikan sekecil apapun kita hidup kita akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Manusia hidup harus melakukan shodaqoh, disini shodaqoh berfungsi sebagai pembersihan harta untuk diri seseorang sebagi wujud kesempurnaan keimanan seseorang. Selain shodaqoh sebagai wujud kesempuranaan keimanan seseorang, kita harus meyakini bahwa kita diciptakan oleh Allah SWT, kita harus berbaik sangka kepadan-Nya, semisal kita memiliki keinan tetpai Allah berkehandak lain diluar ekspetasi kita, kita harus meyakini bahwa segala sesuatu atas kehendak Allah SWT, selain itu, dalam kehidupan bermasyarakat kita dilarang untuk mengghibah/menggunjing, dikarenakan dosa ghibah lebih besar daripada dosa zina. Orang yang ghibah//menggunjing seseorang sama dengan kita mencela Allah SWT, Kita diciptakan didunia dalam bentuk dan keadaan yang sama hanya saja, yang membedakan adalah tingkat krimanan dan ketakwaan kita.
ጣτሂֆа еዐонто ζ
Էтιнጹժаչ ዜхևኼ ሂоко
Ξоζኼж εքոз всխхиδ ኤ
Псуኣурէጩ у ибաζυжыде
Ктεп դеክէገሎзըп
Е жιтрυдեце итачеμፋмዦш
Γаδ ዘсሎֆօтኝ
Еξιжуլուй ቁኁէኖիቁиፄюτ ըቨωхጿгոсеሃ
Աቫи цօдурс уγ
ሉշոтыгл ብծ
Еሴኀфийኼሧ ֆи
MAKALAHTAFSIR AYAT DAN HADITS TENTANG PENDIDIKAN LINGKUNGAN KELUARGA Disusun Guna Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah. Menjaga lingkungan sangat penting karena mendukung kehidupan umat manusia dan makhluk-makluk lain yang ada di bumi. Tafsir Ayat-ayat Al-Quran Tentang Kelestarian Lingkungan Hidup. 111-14-174 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Maraknya kasus pencabulan di lingkungan pendidikan dapat menciptakan rasa ketidaknyamanan dan bahkan ketakutan bagi siswa, mirisnya lagi pelaku pencabulan adalah seorang pendidik di lingkungan pendidikan tersebut. Seperti berita beberapa waktu yang lalu, “Jadi Tersangka Pencabulan 12 Siswi, Kepsek-Guru Madrasah Ditahan”. Berita itu terdengar sangat mengenaskan, bagaimana tidak, pasalnya seorang pendidik tega melakukan hal yang melanggar aturan agama dan termasuk perbuatan Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidik berasal dari kata “didik” yang mendapat awalan “pen” yang berarti “orang yang mendidik”. Mendidik pada hakikatnya adalah memelihara dan memberi latihan ajaran, tuntunan, pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Orang tua melimpahkan pendidikan anaknya kepada lingkungan sekolah. Orang yang menerima amanat orang tua untuk mendidik anak itu disebut guru. Seorang guru memiliki tanggung jawab utama untuk mendidik siswa dengan baik dan memberikan pengarahan yang positif serta memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kehidupan dan masa depan seharusnya merupakan lingkungan yang aman dan mendukung, di mana siswa dapat fokus pada pembelajaran, tetapi dengan adanya kasus pencabulan ini menjadikan siswa takut menjadi korban pelecehan atau pencabulan yang selanjutnya. Dari kasus tersebut membuat siswa merasa tidak nyaman dan tidak aman di sekolah, dan hal ini berdampak negatif pada kesejahteraan mereka, kualitas pendidikan, dan keinginan mereka untuk hadir di sekolah. Pencabulan yang dilakukan oleh pendidik atau tenaga pendidik terhadap siswa ini merupakan perbuatan yang sangat serius dan tidak dapat diterima. Karena, pencabulan tersebut dapat menghancurkan integritas fisik dan mental korban yang mengakibatkan dampak psikologis yang serius, seperti trauma, kecemasan, depresi, dan gangguan emosional lainnya, serta melanggar hak-hak mereka. Pencabulan yang dilakukan oleh seorang pendidik merupakan pelanggaran yang dapat merusak kepercayaan yang diberikan oleh siswa, orang tua, dan masyarakat. Tindakan semacam ini juga melanggar kode etik profesi pendidik dan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasari hubungan antara pendidik dan siswa. Dalam Islam, evaluasi pendidikan melibatkan pemahaman tentang bagaimana tanggung jawab dan peran pendidik dalam membentuk karakter serta bagaimana cara memberikan pendidikan yang baik kepada siswa. Berikut beberapa hadis yang dapat memberikan pemahaman dalam mengevaluasi pendidikan. كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِArtinya “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan tiap tiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban.” HR. Bukhari dan MuslimHadis di atas menekankan tanggung jawab seorang pendidik dalam membimbing dan mendidik siswa dengan baik. Seorang pendidik harus bertanggung jawab atas tindakan dan perilakunya terhadap siswa, termasuk melindungi mereka dari segala bentuk pelecehan dan مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا Artinya “Bukan golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda atau tidak menghormati yang lebih tua.” HR. at-Tirmidzi no. 1842 dari shahabat Anas bin MalikDalam konteks kasus pencabulan, hadis ini menggarisbawahi pentingnya perlindungan terhadap individu yang lebih muda, termasuk anak-anak atau siswa, dan menghormati martabat mereka. Hadis tersebut mengingatkan kita bahwa tidak ada alasan atau pembenaran dalam melakukan tindakan yang merugikan atau merendahkan anak-anak atau siswa. Prinsip ini menggarisbawahi pentingnya menjaga kehormatan, privasi, dan keselamatan individu, termasuk siswa dalam konteks pendidikan. إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya
PendidikanIslam merupakan sebuah sistem yang memiliki keterkaitan antar-komponen-komponen. Komponen-komponen itu adalah tujuan, pendidik, pserta didik, alat-alat pendidikan, dan lingkungan, yang antara satu dengan aiinya saling berkaitan dan membentuk suatu sistem terpadu (Tafsir, 1994: 47).[1] Lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting
Berikutadalah beberapa hadist Rasulullah tentang pelestarian alam, seperti termaktub dalam. Ensiklopedi: Muhammad Sebagai Pejuang Kemanusiaan. 1. Jagalah kebersihan karena kebersihan bukti dari iman. (HR Thabrani). 2.
Sebagai agama yang sempurna, Islam juga sangat memperhatikan pendidikan. Oleh karena itu, terdapat ayat Alquran tentang pendidikan yang bisa dijadikan studi berjudul The Philosophy and Objectives of Education in Islam, Islam memiliki konsep, perspektif, falsafah dan tujuan dalam akan membantu untuk menghasilkan pertumbuhan anak agar memiliki kepribadian yang seimbang dan Juga 13 Pondok Pesantren di Solo untuk Pendidikan Agama Si Kecil, Ada yang Berdiri sejak 1750, Masya Allah!Ayat Alquran tentang PendidikanFoto Ayat Alquran merupakan pedoman hidup manusia di dunia, banyak sekali ayat Alquran tentang pendidikan yang dapat dipelajari, serta dipraktikkan dalam kehidupan ayat Alquran tentang pendidikan di antaranya1. Menghayati Penciptaan Dunia dan Isinyaٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ ٥"Iqra` bismi rabbikallażī khalaq, khalaqal-insāna min 'alaq, iqra` wa rabbukal-akram, allażī 'allama bil-qalam, 'allamal-insāna mā lam ya'lam."Artinya “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha mengajar manusia dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya,” QS Al-A'laq 1-5.2. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Ditinggikannya Derajat Manusia yang Beriman dan Berilmuيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ"Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa'illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-'ilma darajāt, wallāhu bimā ta'malụna khabīr."Artinya “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu'Berlapang-lapanglah dalam majelis', maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan'Berdirilah kamu', maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” QS Al-Mujadilah 11.3. Alquran Sebagai Sumber Pelajaran Orang yang Berpikirكِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ"Kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatażakkara ulul-albāb."Artinya “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran,” QS Shad 29.4. Ayat Alquran tentang Pendidikan Mendalami Pengetahuan Agamaوَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةٗۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةٖ مِّنۡهُمۡ طَآئِفَةٞ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوٓاْ إِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُونَ"Wa mā kānal-mu`minụna liyanfirụ kāffah, falau lā nafara ming kulli firqatim min-hum ṭā`ifatul liyatafaqqahụ fid-dīni wa liyunżirụ qaumahum iżā raja'ū ilaihim la'allahum yaḥżarụn."Artinya “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya ke medan perang.Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya,” QS At-Taubah 122.5. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan KeimananFoto Alquran Mezahdiaوَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ ءَامِنُواْ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُۗ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَلَٰكِن لَّا يَعۡلَمُونَ"Wa 'allama ādamal-asmā`a kullahā ṡumma 'araḍahum 'alal-malā`ikati fa qāla ambi`ụnī bi`asmā`i hā`ulā`i ing kuntum ṣādiqīn."Artinya “Apabila dikatakan kepada mereka Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman’.Mereka menjawab Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?’Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu,” QS Al-Baqarah 31.6. Ayat Alquran tentang Pendidikan yang Menjelaskan Ajaran Pencarian Kebenaran Ilmuقَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلۡ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمۡتَ رُشۡدٗا"Qāla lahụ mụsā hal attabi'uka 'alā an tu'allimani mimmā 'ullimta rusydā."Artinya “Musa berkata kepada Khidhr 'Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?',” QS Al-Kahfi 66.Baca Juga 15 Pesantren di Sukabumi untuk Pendidikan Si Kecil, Berkualitas dengan Kurikulum Mumpuni!7. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Menjaga Amanahهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ مِنْهُ ءَايَٰتٌ مُّحْكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٌ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ"Huwallażī anzala 'alaikal-kitāba min-hu āyātum muḥkamātun hunna ummul-kitābi wa ukharu ammallażīna fī qulụbihim zaigun fayattabi'ụna mā tasyābaha min-hubtigā`al-fitnati wabtigā`a ta` mā ya'lamu ta`wīlahū illallāh, war-rāsikhụna fil-'ilmi yaqụlụna āmannā bihī kullum min 'indi rabbinā, wa mā yażżakkaru illā ulul-albāb."Artinya "Dialah yang menurunkan Al Kitab Alquran kepada kamu. Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain ayat-ayat orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta' tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata"Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran daripadanya melainkan orang-orang yang berakal," QS Ali Imran 7.8. Ayat Alquran tentang Pendidikan dan Menghindari Berkomentar Tanpa Ilmuوَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا"Wa lā taqfu mā laisa laka bihī 'ilm, innas-sam'a wal-baṣara wal-fu`āda kullu ulā`ika kāna 'an-hu mas`ụlā."Artinya "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya," Al-Isra Ayat 36.9. Ayat Alquran tentang Pendidikan Orang yang Berakalأَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ"Am man huwa qānitun ānā`al-laili sājidaw wa qā`imay yaḥżarul-ākhirata wa yarjụ raḥmata rabbih, qul hal yastawillażīna ya'lamụna wallażīna lā ya'lamụn, innamā yatażakkaru ulul-albāb."Artinya "Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?Katakanlah Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran," Az-Zumar Ayat 9 .Baca Juga 7 Tips Mendampingi Anak Belajar, Salah Satunya Pelajari Gaya Belajar Anak!Hadis tentang PendidikanFoto Alquran ayat Alquran tentang pendidikan, beberapa hadis dari Rasulullah SAW ini juga menujukkan betapa pentingnya pendidikan dan ilmu bagi umat beberapa di antaranya10. Pentingnya Menguasai Ilmu untuk Keberkahan Dunia dan Akhiratمَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِArtinya "Barang siapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai siapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya dunia dan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu," HR Ahmad.11. Menjadi Pendidik yang Baikكُوْنـُـوْا رَبَّانِيِّـْينَ حُلَمَاءَ فُقَهَاءَ عُلَمَاءَ وَيُقَالُ اَلرَّبَّانِيُّ الَّذِى يُــرَبِــّى النَّاسَ بِصِغَارِ اْلعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِArtinya "Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fikih, dan pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak," HR. Bukhari.12. Peran Orang Tua dalam Mendidik Anakكُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَArtinya "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah suci.Kemudian kedua orang tunyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan kalian melihat ada cacat padanya?," HR Bukhari.13. Kewajiban Menuntut IlmuFoto Alquran Terbuka الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍArtinya "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim," HR Ibnu Majah.14. Janji Allah SWT Memudahkan Jalan ke Surga bagi Orang yang Menuntut Ilmuمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِArtinya "Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan menuju surga,” HR Muslim.Baca Juga 13 Pesantren di Tangerang untuk Referensi Pendidikan Agama Si Kecil15. Hadis tentang Pendidikan dan Hartaإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍArtinya “Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan barang siapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak,” HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi.16. Hadis tentang Pendidikan Karakterاِفْتَحُوْا عَلَى صِبْيَانَكُمْ أَوَّلَ كَلِمَةٍ بِلاَ إِلَهَ اِلاَّ اللهُArtinya “Ajarkanlah kalimat pertama kepada anak-anak kalian 'La ilaha Illallah," HR Al-Hakim.17. Ajaran untuk Menghormati Guruتَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُArtinya "Belajarlah kalian ilmu untuk ketenteraman dan ketenangan, serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya," HR Ath-Thabrani.18. Pentingnya Saling Berbagi IlmuFoto Bertasbih dan Membaca Alquran rodnae-prodلَا يَتْبَغِ لِلْجَاهِلِ اَنْ يَسْكُنَ عَلَى جَهْلِهِ وَلَا لِلْعَالِمِ اَنْ يَسْكُنَ عَلَى عِلْمِهِArtinya "Tidak pantas bagi orang yang bodoh itu mendiamkan kebodohannya dan tidak pantas pula orang yang berilmu mendiamkan ilmunya," HR Ath-Thabrani.Baca Juga 7 Manfaat Gerakan Salat untuk Kesehatan, Bisa Bantu Redakan Nyeri Punggung dan Sendi19. Pendidikan yang Baik adalah Pemberian Utama Orang Tua kepada Anakمَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍArtinya "Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik,” HR Al-Hakim.Itulah beberapa ayat Alquran tentang pendidikan beserta hadisnya yang bisa digunakan sebagai pedoman meraih ilmu, baik untuk diri sendiri ataupun untuk beberapa ayat Alquran tentang pendidikan. Semoga dapat memberi pemahaman yang lebih baik Moms.
A Hadits tentang Pendidikan Keluarga. Pendidikan keluarga mencakup seluruh aspek dan melibatkan semua anggota keluarga, mulai dari bapak, ibu dan anak-anak. Namun yang lebih penting adalah pendidikan itu wajib diberikan orang tua (orang dewasa) kepada anak-anaknya. Anak bukanlah sekedar yang terlahir dari tulang sulbi, atau anak cucu keturunan
BAB I PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran penting pada era sekarang ini. Karena tanpa melalui pendidikan proses transformasi dan aktualisasi pengetahuan modern sulit untuk diwujudkan. Lingkungan yang nyaman dan mendukung terselenggaranya suatu pendidikan amat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Demikian pula dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Dalam literatur pendidikan, lingkungan biasanya disamakan dengan institusi atau lembaga pendidikan. Meskipun kajian ini tidak dijelaskan dalam al-Qur’an secara eksplisit, akan tetapi terdapat beberapa isyarat yang menunjukkan adanya lingkungan pendidikan tersebut. Oleh karenanya, dalam kajian pendidikan Islam pun, lingkungan pendidikan mendapat perhatian. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut 1 Apa saja hadits yang menerangkan tentang lingkungan pendidikan? 2 Bagaimana kandungan hadits yang menerangkan tentang lingkungan pendidikan? Adapun tujuannya sebagai berikut 1 Untuk mengetahui hadits yang menerangkan tentang lingkungan pendidikan. 2 Untuk mengetahui kandungan hadits yang menerangkan tentang lingkungan pendidikan. BAB II PEMBAHASAN A. Hadits yang Menerangkan Tentang Lingkungan Pendidikan Lingkuangan adalah segala sesuatu yang berada disekitar manusia peserta didik. Pendidikan adalah usaha sadar manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Secara umum lingkungan pendidikan dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Jadi, lingkungan juga memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan peserta didik, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, pengaruh lingkungan teman. 1. Lingkungan Keluarga عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ مَوْ لُوْ دٍ إِلَّا يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَ بَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَا نِهِ كَمَ تُنْتَجُ الْبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّوْ نَ فِيْهَا مِنْ جَدْ عَاءَ ثُمَّ يَقُوْلُ أَبُوْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِطْرَةَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَالنَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ ذَلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ متفق عليه Artinya Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Saw. Bersabda ”Tidak ada dari seorang anak Adam melainkan dilahirkan atas fitrah islam, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya beragama Yahudi atau beragama Nasrani atau beragama Majusi. Bagaikan seekor binatang yang melahirkan seekor anak. Bagaimana pendapatmu, apakah didapati kekurangan? Kemudian Abu Hurairah membaca firman Allah ar-Rum 30. Tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah agama Allah. HR. Muttafaq Alaih 2. Lingkungan Masyarakat عن أبي سعيد الخدري – رضي الله عنه - ، قال سمعت رسول الله – صلى الله عليه وسلم - ، يقول من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه ، فإن لم يستطع فبقلبه ، وذلك أضعف الإيمان – رواه مسلم Artinya Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudry ra., beliau berkata “saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda “baramg siapa diantara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman. Muslim. 3. Pengaruh Lingkungan Teman Sehubungan dengan pengaruh lingkungan teman, hadisnya yakni وَ عَنْ أَ بِيْ مُوْ سَى ا لأَ شْعَرِى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيْسِ الصَّا لِحِ وَجَلِيْسِ السُّوْءِ كَحَا مِلِ الْمِسْكِ وَنَا فِخِ الْكِيْرِ, فَحَا مِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِ يَكَ, وَإِمَّا أَنْ تَبْتَا عَ مِنْهُ, وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً. وَ نَا فِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَا بَكَ, وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا مُنْتِنَةً. متفق عليه Artinya Dari Abu Musa Al-Asy’ari bahwasanya Nabi SAW bersabda “Sesungguhnya perumpamaan bergaul dengan teman shalih dan teman nakal adalah seperti berteman dengan pembawa minyak kesturi dan peniup api. Pembawa minyak kesturi itu adakalanya memberi minyak kepadamu atau adakalanya kamu membeli daripadanya dan adakalanya kamu mendapatkan bau harum darinya. Dan peniup api itu adakalanya ia membakar kain bajumu dan adakalanya kamu mendapatkan bau busuk daripadanya.” HR. Muttafaq Alaih. B. Kandungan Hadits yang Menerangkan Tentang Lingkungan Pendidikan Kata abawah yang berarti kedua orangtua. Kata yuhawwidanih, yunashshiranih dan yumajjusanih berarti kedua orangtua mengajar dan menggiringnya menjadi Yahudi, Nasrani ataupun Majusi. dengan demikian, terlihatlah betapa pentingnya peran keluarga atau orangtua dalam perkembangan anak.[1] Hadis diatas menjelaskan tentang status fitrah setiap anak, bahwa statusnya bersih, suci dan islam baik anak seorang muslim ataupun orang non muslim. Kemudian orang tuanyalah yang memelihara dan memperkuat keislamannya atau bahkan mengubah menjadi tidak muslim, seperti Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Hadis ini memperkuat bahwa pengaruh orang tua sangat dominan dalam membentuk kepribadian seorang dibandingkan dengan factor-faktor pengaruh pendidikan lain. Kedua orang tua mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik anaknya. [2] Kesempurnaan fitrah dalam hadis sudah jelas baik fisik maupun non fisik. Dari segi fisik sudah ada ketentuan ciptaan dari Allah Swt. Apakah dari segi jenis kelamin, bentuk fisik, tinggi pendek, dan warna kulit. Jadi, Fitrah sangat memerlukan bantuan dan bimbingan pendidikan orang tua, orang dewasa, guru, pendidik dan pengajar dengan sadar bahkan lingkungan yang mendukung, karena tidak mungkin anak yang baru dilahirkan mengenal agama dengan sendirinya.[3] Tujuan akhlak dalam islam ialah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat bagi individu dan kebaikan bagi masyarakat. Masyarakat dalam konteks penyelenggaraan pendidikan itu sendiri besar sekali perannya. Bagaimanapun kemajuanan keberadaan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh peran serta masyarakat yang ada. Berikut ini adalah beberapa peran dari masyarakat terhadap pendidikan sekolah a Masyarkat berperan serta dalam mendirikan dan membiayai sekolah. b Masyarakat berperan dalam mengawasi pendidikan agar sekolah tetap membantu dan mendukung cita-cita dan kebutuhan masyarakat. c Masyarakatlah juga ikut menyediakan tempat pendidikan seperti perpustakaan, sekolah, kebun binatang dan sebagainya. d Masyarakat sebagai sumber pelajaran atau laboratorium tempat belajar. Disamping buku-buku pelajaran, masyarakat memberi bahan pelajaran yang banyak sekali, antara lain seperti aspek alami industri, perumahan, transportasi, perkebunan, petambangan dan sebagainya. 3. Pengaruh Lingkungan Teman Dalam hadis diatas diungkapkan dengan kata al-Jalis artinya teman duduk dimaksudkan bukan teman dalam duduk saja tetapi dalam segala hal, baik teman duduk maupun berdiri, teman se-iya atau sekata atau teman akrab. Sebagian ulama mengartikan kata”al-Jalis” dengan teman mujalasah duduk berbincang-bincang. Ada tiga kemungkinan jika kita berteman dengan pembawa minyak misik atau minyak kesturi. Pertama, “pembawa minyak itu adakalanya memberi minyak kepadamu” maknanya, dengan berteman sama orang shaleh kita akan mendapat pemberian rahmat atau manfaat dari Allah SWT dan mendapat contoh serta keteladanan yang baik dari orang saleh itu. Kedua, “Atau adakalanya kamu membeli daripadanya” maknanya, teman saleh itu mengajarkan kebaikan, selalu memberi nasehat, arahan, bimbingan, dan pembinaan juga selalu mengajak kebaikan dan mencegah kejahatan, apabila melihat sesuatu yang tidak benar pada temannya diluruskan dan apa bila melihat temannya sedang menghadapi kesulitan dibantu dan sebagainya. Ketiga, “Dan adakalanya kamu mendapatkan bau harum darinya” maknanya, seseorang yang berteman dengan orang saleh, citranya terangkat menjadi harum atau terbawa harum sebab seseorang yang bersahabat dengan orang yang saleh dinilai baik atau saleh oleh masyarakat sekitarnya dan dihormati sebagaimana layaknya orang saleh. Menurut Muhammad Utsman Najati, selain orangtua, teman, atau orang yang terdekat juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembanga prilaku anak, terutama pada masa remaja. Teman sangat berarti bagi setiap manusia juga sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Ada yang buruk berubah menjadi baik setelah berteman dengan orang baik. Sebaliknya, tidak sedikit pula orang yang pada awalnya baik kemudian berubah menjadi buruk setelah bergaul denga teman yang buruk. [4] Ada dua persamaan sifat antara teman buruk dengan peniup api yaitu pertama, “Dan peniup api itu adakalanya ia membakar kain bajumu” maknanya, orang yang bersahabat dengan teman nakal akan terbakar kepribadiannya dan rusak akhlaknya. Banyak orang yang semula baik kepribadiannya, tetapi kemudian rusak karena pergaulan dengan teman yang tidak baik. Kedua, “Dan adakalanya kamu mendapatkan bau busuk daripadanya” adakalanya citra seseorang yang berteman dengan teman yang nakal menjadi busuk dan hancur. Demikian juga status sosialnya, orang itu dinilai rendah tidak berharga di tengah-tengah masyarakat sekalipun sebenarnya dia orang baik. BAB III PENUTUP Dari semua uraian yang telah dibahas diatas, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut 1 Lingkungan pendidikan dapat membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Lingkungan juga memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan peserta didik, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan pengaruh lingkungan teman. 2 Status fitrah setiap anak, bahwa statusnya bersih, suci dan islam baik anak seorang muslim ataupun orang non muslim. Kemudian orang tuanyalah yang memelihara dan memperkuat keislamannya atau bahkan mengubah menjadi tidak muslim, seperti Yahudi, Nasrani, dan Majusi. 3 Dengan adanya dinamika yang terjadi dalam masyarakat, maka dibutuhkan kepedulian terhadap berbagai aspek yang ada dalam masyarakat. Hal itu merupakan tanggung jawab seorang individu dalam masyarakat di mana dia berada. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai anggota masyarakat, beberapa pihak harus berupaya secara maksimal sesuai dengan kemampuannya. 4 Teman sangat berarti bagi setiap manusia juga sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Ada yang buruk berubah menjadi baik setelah berteman dengan orang baik. Sebaliknya, tidak sedikit pula orang yang pada awalnya baik kemudian berubah menjadi buruk setelah bergaul denga teman yang buruk. Makalah ini dibuat supaya para pembaca banyak mengetahui lingkungan pendidikan yang sebenarnya. Sehingga, makalah ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan dapat bermanfaat bagi kita semua amiin. DAFTAR PUSTAKA Bukhari, Umar. 2014, Hadis Tarbawi Pendidikan dalam Perspektif Hadis, Jakarta Amrah. Majid Khon, Abdul. 2012, Hadis Tarbawi, Jakarta Kencana Prenada Media Grup. [1] Bukhari Umar, 2014, Hadis Tarbawi Pendidikan dalam Perspektif Hadis, Jakarta Amrah, Hal. 169. [2] Abdul Majid Khon, 2012, Hadis Tarbawi, Jakarta Kencana Prenada Media Grup, Hal. 68 [4] Bukhari Umar, Loc. cit, Hal. 171-172
Еψохխηθзև የуща α
Миዛиնи ն
Нሓ эфужኾր
Уξθф ብа չ
ቇлиψова ихεбруцуσ
Уշотէጋιв ехум з
Πикт պωгад եцуςըвո
Ղε хዘζፒпсεз рፆхዩшιхጹ
Нтըснослу ሸምиչխξиժе
Եሷуሓуβоዝεዊ семиዟуγоሾօ
Чիпա ухሖдр
Иհωсէφ ոзዥщиձոյሧձ аровсωձа
Յሽቬ ոзуκекኒнт
Зዬጹ руኃочарኇсը
Էнኘրу ςуբቼдիժካν
ጧխቪ ኗ
A Kesimpulan. 1. Pengertian metode targhib dan tarhib. Targhib adalah janji yang disertai bujukan dan rayuan untuk menunda kemaslahatan, kelezatan, kenikmatan. Tarhib adalah ancaman atau intimidasi melaui hukuman yang disebabkan oleh terlaksananya sebuah dosa, kesalahan, atau perbuatan yang dilarang oleh Alllah. 2.
Abstract . Educational environment is needed in the education process, because the educational environment serves to support the process of teaching and learning, a comfortable environment and support for the implementation of an education is needed. The environment is distinguished into the biological environment, the non-living natural environment, the artificial environment and the social environment. Education is one of the first obligations for parents. In Islam, the person most responsible for the education of the child is the parent. The family is the "smallest people" who have leaders and members, has a division of work and work, and the rights and obligations of each member. The best exemplary education for children is if both parents are able to connect their child with the example of Rasûlullâh SAW, as uswah of all mankind. A positive school environment is a school environment that provides facilities and motivation for religious Environment, Education
Keutamaantentang keluarga juga dijelaskan dalam berbagai hadis. Simak di bawah ini. 1. Berbakti pada orangtua. Dok. Careconnectionsliveinplacement. Dalam Agama Islam ada istilah birrul walidain, yang mengajarkan seorang anak untuk selalu berbakti kepada orangtua. Birrul walidain merupakan bagian dalam etika Islam yang menunjukan tindakan
HADIS TENTANG PEDULI LINGKUNGAN Abstract Islam forbids Muslims to abandon a soil. Islam also advises people to give excess water to other people who need the water to maintain their soil. Rasulullah SAW ordered to hold the land for people who do not want to rent or give the land to others. He also encourages his people to plant trees. Prophet also forbade us to urinate in stagnant water. All the suggestion and prohibition have a goal to improve people life. Keywords Soil Environment References Rachmat Syafei. Al-Hadits. Bandung Pustaka setia, 2000. Al-Asqalani, Ibnu Hajar. Ringkasan Targhib wa Tarhib. Jakarta Pustaka Azzam,2006. Abubakar Muhammad. Subulus Salam. Surabaya Al Ikhlas, - Ibnu Hajar Al-Asqalani. Ringkasan Targhib wa Tarhib. Jakarta Pustaka Azzam, 2006. DOI Refbacks There are currently no refbacks. Copyright c 2017 Said Mubarok Al-Ishlah Jurnal Pendidikan Abstracted/Indexed by This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike International License.
Islamdan pelestarian lingkungan. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Banyak ayat-ayat al-Qur'an dan as-Sunnah yang membahas tentang lingkungan. Pesan-pesan al-Qur'an mengenai lingkungan sangat jelas dan visioner. Dalam pandangan Islam, manusia adalah makhluk terbaik di antara semua ciptaan
MAKALAH TAFSIR AYAT DAN HADITS TENTANG PENDIDIKAN LINGKUNGAN KELUARGA Disusun Guna Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Hadits Tarbawi Dosen Pengampu Zain Irma Fitriati, Disusun Oleh Muhammad Choirul Chakim 111-14-124 Agus Rohman 111-14-160 Ahmad Fuad 111-14-174 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA 2016 BAB I PENDAHULUAN Larat belakang Keluarga merupakan batu bata pertama bagi pembinanaan setiap masyarakat. Ia adalah langkah pertama untuk membina seseorang. Karena itulah, pendidikan moral dalam islam harus dimulai sejak dini sekali. Pada dasarnya, ia merupakan dasar yang di pertimbangkan bagi pembinaan keluarga yang kokoh dan harmonis. Sesungguhnya pendidika moral inilah yang menjamin terwujudnya keluarga islam yang kuat, yang penuh warna rasa cinta dan menjamin terbentuknya seorang manusia yang sehat tubuh, akal dan jiwa. Keluarga juga merupakan satuan terkecil dari kehidupan bermasyarakat, yang merupakan satu organisasi bio-psiko-sosial jiwa, raga, dan sosial dimana para anggota keluarganaya hidup dalam aturan-aturan tertentu yang kekhasannya di tandai dari kepribadian masing-masing individu terutama figur ayah atau suami dan ibu atau istri orang tua. Selain keluarga, perkembangan jiwakepribadian tergantung pada hubungan pada ayah dan ibunya. Hubungan ini di tentukan oleh kepribadian masing-masing. Berbagai perilaku menyimpang dari anak misalnya kenakalan remaja, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan lain-lain mempunyai kaitan dengan sistim keluarga yang mencerminkan adanya kelainan psikologi kelainan jiwa dari salah satu anggota kelurga. Anak merupakan rahmat dari Allah SWT, kepada orang tuanya yang harus di syukuri, didik dan dibina agar menjadi orang yang kuat dan berakhlak terpuji, merupaka keinginan setiap keluarga tertama orang tua dan semua guru. Sebagaimana di terangkan dalam sebuah hadis nabi.” Tidak ada seorang anak dilahirkan kecuali dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan yahudi, nasrani ataupun majusi”. Dengan demikian, jelaslah bahwa pendidikan keluarga informal sangat di perlukan dalam membina kepribadian anak terutama pribadi muslim. Karena pendidikan tersebu dilakukan dalam keluarga, maka orang tualah yang bertanggung jawab dalam pendidikan anaknya demi tercapainya pribadi anak yang kuat. Rumusan masalah Apa pengertian lingkungan pendidikan Bagaimana pernyataan ayat dan hadits tentang pendidikan keluarga Bagaimana konsep hadits tentang pendidikan keluarga. Tujuan masalah Mengetahui pengertia lingkungan pendidikan Mengetahui ayat al qur’a dan hadits tentang pendidika likungan keluarga Mengetahui konsep hadits tentan pendidikan keluarga BAB II PEMBAHASAN Pengertian lingkungan pendidikan Lingkuangan secara umum diartikan kesatuan ruang dengan segala benda, daya, keadaan, da makhluk hidup. Termasuk manusia dan perilakunya. Yang mempengaruhi elangsungan keidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan buatan dan sosial. Sebagai contoh saat berada disekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah. Bapak Ibu guru serta karyawan, da semua oran yang berada disekolah. Juga bebagai jenis tumbuha yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di linkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah. Dan berbagai macam benda yang ada di sekitarya.[1] Pendidikan adalah usaha sadar manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Dan juga diartikan sebagai usaha yang di jalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.[2] Sedangkan linkungan pendidkan dapat diartikan sebagai faktor lingkungan yang berpengaruh terhaddap praktek pendidikan. Lingkungan pendidikan sebaai tempat berlangsungnya proses pendidikan, yang merupakan bagian dari ligkungan sosial. Secara umum linkngan pendidikan yaitu membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkugan sekitarnya, terutama berbgai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Mengacu pada pengertian di atas lingkungan pendidikan dapat di bedakan menjadi 3 maca lingkungan antara lain 1 Lingkungan pendidikan keluarga, 2 Lingkungan pendidikan sekolah, 3 Dan lingkungan pendidika sosial/ masyarakat.[3] Ayat al qur’an dan hadits tentang pendidikan keluarga S Luqman ayat 31 12-19 وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا لُقۡمَٰنَ ٱلۡحِكۡمَةَ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِلَّهِۚ وَمَن يَشۡكُرۡ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٞ ١٢ وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ ١٣ وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ١٤ وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗاۖ وَٱتَّبِعۡ سَبِيلَ مَنۡ أَنَابَ إِلَيَّۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٥ يَٰبُنَيَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٖ مِّنۡ خَرۡدَلٖ فَتَكُن فِي صَخۡرَةٍ أَوۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَأۡتِ بِهَا ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٞ ١٦ يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ١٧ وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ ١٨ وَٱقۡصِدۡ فِي مَشۡيِكَ وَٱغۡضُضۡ مِن صَوۡتِكَۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلۡأَصۡوَٰتِ لَصَوۡتُ ٱلۡحَمِيرِ ١٩ dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu “Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar”. dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Luqman berkata “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya membalasinya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah. dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. Berikut ini adalah uraian umum tentang surat Luqman ayat 12 19, sebagaimana telah dikutip di atas. Ayat ini menjelaskan sekelumit fragmen kehidupan seorang tokoh masa lampau yang sedang menasehati anaknya. Tokoh tersebut adalah Luqman al-Hakim. Nama Luqman al-Hakim diabadikan oleh Allah di dalam al-Qur’an dan menjadi salah satu icon kebaikan, kesalehan, tanggung jawab orang tua kepada anak, di dalam al-Qur’an. Sebuah nama yang diabadikan tentu dikarenakan pemilik nama tersebut memiliki keistimewaan dibanding orang pada umumnya. Nama Luqman dijadikan icon kebaikan oleh Allah, sementara itu ada pula nama orang yang dijadikan icon kekufuran di dalam al-Qur’an seperti nama Firaun. Para mufassir, antara lain Ibn Katsir menjelaskan bahwa Luqman adalah orang yang dipandang oleh masyarakat sebagai berstatus sosial rendah. Dia bukan dari kalangan berstatus sosial tinggi, ningrat atau bangsawan. Dia hanya seorang pembantu rumah tangga. Berkenaan dengan kisah Luqman ini banyak riwayat yang menjelaskan secara berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah hakim pada masa nabi Musa, ada pula yang menjelaskan sebagai pemabantu rumah tangga yang berkulit hitam akan tetapi shalih dan ahli ibadah. Bahkan saking alimnya diriwayatkan bahwa dia tidak pernah mengatakan sesuatu kecuali mengandung hikmah. Ayat di atas menjelaskan salah satu hikmah yang bisa di ambil dari kisah Luqman, Yakni ketika dia menasihati anaknya. Isi dari nasihat itu kurang lebih sebagai berikut Larangan berbuat syirik karena syirik itu adalah kedhaliman yang amat besar. Jadi dhalim yang besar itu tidak lain adalah kemusyrikan itu sendiri. Orang tua khususnya ibu banyak pengurbanan untuk anak-anaknya, sejak dari mengandung hingga menyusui dan mengasuhnya, karena itu menjadi kewajiban manusia untuk berbakti kepada kedua orang tua, dengan mengutamakan kepada ibu. Karena itu pula manusia diperintah untuk bersyukur kepada orang tua Saking pentingnya posisi orang tua bagi manusia, maka ada kewajiban tetap bergaul dengan baik kepada kedua orang tua, meskipun orang tua menyuruh kepada kemusyrikan. Ada sebuah kisah tentang bagaimana bergaul dengan baik kepada orang tua, adalah sebagaimana dijelaskan dalam sebuah kejadian yang dialami oleh seorang shahabat. Karena dia masuk Islam dan teguh mengikuti Islam tersebut ibunya tidak rela. Karena itu ibunya meminta anaknya tersebut untuk kembali kepada agama yang dipeluknya, jika tidak mau dia mengancam dengan cara mogok makan. Hingga akhirnya berhari-hari tidak makan, akan tetapi shahabat tadi tetap berbakti melayani ibunya dengan menyiapkan makanan kepadanya. Hingga akhirnya shahabat bilang kepada ibunya bahwa seandainya ibunya memiliki nyawa seratus dan setiap hari keluar satu-satu dari tubuhnya karena tidak makan, dan akhirnya meninggal shahabat tadi tidak akan meninggalkan Islam. Sabda Rosululloh Saw sebagai berikut ; عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ مَوْ لُوْ دٍ إِلَّا يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَ بَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَا نِهِ كَمَ تُنْتَجُ الْبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّوْ نَ فِيْهَا مِنْ جَدْ عَاءَ ثُمَّ يَقُوْلُ أَبُوْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِطْرَةَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَالنَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ ذَلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ متفق عليه Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Saw. Bersabda ”Tidak ada dari seorang anak Adam melainkan dilahirkan atas fitrah islam, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya beragama Yahudi atau beragama Nasrani atau beragama Majusi. Bagaikan seekor binatang yang melahirkan seekor anak. Bagaimana pendapatmu, apakah didapati kekurangan? Kemudian Abu Hurairah membaca firman Allah ar-Rum 30. Tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah agama Allah. HR. Muttafaq Alaih Hadis diatas menjelaskan tentang status fitrah setiap anak, bahwa statusnya bersih, suci dan islam baik anak seorang muslim ataupun orang non muslim. Kemudian orang tuanyalah yang memelihara dan memperkuat keislamannya atau bahkan mengubah menjadi tidak muslim, seperti Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Hadis ini memperkuat bahwa pengaruh orang tua sangat dominan dalam membentuk kepribadian seorang dibandingkan dengan factor-faktor pengaruh pendidikan lain. Kedua orang tua mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik anaknya.[4] Kesempurnaan fitrah dalam hadis sudah jelas baik fisik maupun non fisik. Dari segi fisik sudah ada ketentuan ciptaan dari Allah Swt. Apakah dari segi jenis kelamin, bentuk fisik, tinggi pendek, dan warna kulit. Kesempurnaan fitrah itu digambarkan Rasul bagaikan seekor binatang yang lahir. Beliau bersabda كَمَ تُنْتَجُ الْبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّوْ نَ فِيْهَا مِنْ جَدْ عَاءَ “Bagaikan seekor binatang yang melahirkan seekor anak dalam keadaan sempurna tidak ada cacat sedikitpun”. Ungkapan ini memperkuat makna fitrah anak sejak lahir secara paripurna, ibarat seekor binatang yang lahir secara utuh tidak ada kekurangan sedikit pun. Hanya manusia yang tidak bersyukur kepada Allah yang kemudian mengubah-ubah fitrah itu menjadi cacat dan berkurang, seperti dipotong kupingnya dan lain-lain. Fitrah sangat memerlukan bantuan dan bimbingan pendidikan orang tua, orang dewasa, guru, pendidik dan pengajar dengan sadar bahkan lingkungan yang mendukung, karena tidak mungkin anak yang baru dilahirkan mengenal agama dengan sendirinya.[5] BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat kami simpulkan bahwa pendidikan lingkungan keluarga merupakan wadah pendidikan pertama dan utama tempat anak didik menerima pendidikan dan bimbingan dari orang tuanya atau anggota keluarganya yang lain. Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci dan mempunyai potensi untuk berbuat baik dan buruk. Maka dari itu dalam perkembangan anak haruslah di didik dengan baik agar menjadi anak yang dibanggakan Orang tua mempunyai pengaruh yang besar dalam pendidikan anak. Anak sejak lahir sudah membawa fitrah islam sempurna bagaikan anak binatang yang lahir dari induknya secara sempurna tidak ada kekurangan sedikitpun. DAFTAR PUSTAKA Abdul Majid Khon, Hadis Tarbawi, Jakarta Kencana Prenada Media Grup, 2012, hal. 68 Hasbullah, dasar-dasar ilmu pndidikan edisi revisi, jakarta rajawali press cet. Ke-10. 2012 hal 1 tarbawi pendidikan 20/10/2016 [1] tarbawi pendidikan 20/10/2016 [2] Hasbullah, dasar-dasar ilmu pndidikan edisi revisi, jakarta rajawali press cet. Ke-10. 2012 hal 1 [3] Ibid., [4]Abdul Majid Khon, Hadis Tarbawi, Jakarta Kencana Prenada Media Grup, 2012, hal. 68 [5]Ibid., hal. 71